Cosmo Magazine – Di tengah persaingan industri perhotelan Jakarta yang semakin rapat, Aty Fadjariaty berdiri di garis depan sebuah proses kebangkitan. Sebagai General Manager Amos Cozy Hotel and Convention Jakarta, ia memimpin bukan sekadar operasional, melainkan arah baru yang memberi napas segar bagi hotel yang pernah berjaya di kawasan Blok M tersebut.
Berbekal pengalaman panjang di dunia perhotelan, Aty memahami bahwa kekuatan sebuah hotel tidak hanya diukur dari jumlah kamar. Ia melihat nilai sesungguhnya terletak pada kemampuan membaca pasar, memaksimalkan fasilitas, serta membangun kembali kepercayaan publik terhadap merek yang sempat meredup.
Di bawah kepemimpinannya, Amos Cozy ditegaskan kembali sebagai hotel yang bertumpu pada sektor MICE atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran. Identitas hotel sebagai pusat kegiatan skala besar diperkuat melalui optimalisasi fasilitas ruang pertemuan yang menjadi aset utama.
Hotel ini memiliki dua ballroom besar serta belasan ruang pertemuan dengan kapasitas beragam, mulai dari kelompok kecil hingga ribuan peserta. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi strategi bisnis yang dirancang untuk jangka panjang, sekaligus pembeda di tengah banyaknya hotel baru yang lebih berfokus pada hunian kamar.
Jumlah kamar yang kini berkisar tujuh puluh unit akibat renovasi dan penyesuaian fungsi ruang tidak dipandang sebagai kemunduran. Aty justru memaknainya sebagai momentum untuk menyeimbangkan struktur bisnis dengan menitikberatkan pada function room serta sektor makanan dan minuman yang memiliki ruang pertumbuhan lebih luas.
Segmen MICE tetap menjadi tulang punggung karena stabilitas dan nilai transaksinya. Namun, ruang pertemuan juga dibuka lebih luas untuk acara sosial seperti pernikahan, perayaan ulang tahun, wisuda, halal bihalal, hingga kegiatan komunitas dan pelaku usaha kecil.
Langkah ini menegaskan peran hotel sebagai ruang pertemuan masyarakat yang hidup dan inklusif.
Dari sisi lokasi, posisi hotel yang berada di jalan utama serta dekat dengan stasiun MRT menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi. Kedekatan dengan kawasan Blok M yang dinamis memberi peluang besar untuk menjangkau pasar yang lebih muda dan aktif.
Aty secara cermat membidik generasi muda sebagai segmen baru untuk lini kamar. Konsep menginap singkat, kemudahan akses transportasi, serta kedekatan dengan pusat aktivitas kuliner dan hiburan dianggap selaras dengan gaya hidup mereka.
Berbagai paket tematik seperti perayaan hari kasih sayang, pesta ulang tahun, dan kelulusan mulai disiapkan sebagai jembatan menuju pasar tersebut.
Di sektor makanan dan minuman, pendekatan yang diambil tidak mengikuti arus tren semata. Amos Cozy justru mengangkat kekuatan cita rasa Indonesia autentik.
Salah satu menu yang kembali ditegaskan sebagai ikon adalah ayam goreng rempah dengan karakter rasa rumahan yang hangat dan akrab bagi banyak kalangan.
Saat ini, segmen instansi pemerintah menjadi salah satu penyokong utama kegiatan hotel. Pertemuan berskala besar dari lembaga pemerintahan bahkan sempat membuat jadwal ruang pertemuan terisi penuh selama hampir dua pekan.
Skema paket yang disesuaikan untuk korporasi, pemerintah, dan agen perjalanan menunjukkan fleksibilitas strategi yang diterapkan.
Secara finansial, hotel ini pernah mencatat capaian hingga miliaran rupiah per bulan sebelum industri mengalami tekanan berat.
Kini, Aty menetapkan target yang lebih realistis sembari menyusun kembali fondasi bisnis yang kokoh dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Lebih dari sekadar angka, yang sedang dibangun Aty adalah kepercayaan, ingatan, dan rasa memiliki. Ia ingin Amos Cozy kembali hadir bukan hanya sebagai tempat bermalam atau menggelar acara, tetapi sebagai ruang yang menyimpan cerita, pertemuan, dan harapan baru.
Yang pasti, di tangan Aty Fadjariaty, hotel ini tidak sekadar bangkit, melainkan perlahan menemukan kembali cahayanya.
