Cosmo Magazine – Bagi sebagian orang, Dubai identik dengan kemewahan tanpa batas: gedung pencakar langit, hotel megah, dan gaya hidup glamor.
Namun bagi Agnez Mo, kota di Uni Emirat Arab ini menghadirkan sesuatu yang jauh lebih dalam, sebuah pengalaman yang personal, reflektif, dan penuh makna.
Baru-baru ini, Agnez kembali ke Dubai dalam rangka kolaborasi dengan Departemen Ekonomi dan Pariwisata setempat. Jika kunjungannya terdahulu berfokus pada agenda resmi seperti COP28, kali ini ia memilih untuk benar-benar menyelami sisi lain kota tersebut.
Bukan sekadar hadir, tetapi merasakan
Mencari Keragaman dan Perspektif Baru
Dalam memilih destinasi, Agnez mengaku tidak tertarik pada kemewahan semata. Ia lebih tertarik pada keberagaman pengalaman, kontras antara tradisi dan inovasi, ketenangan dan stimulasi, budaya dan kreativitas.
“Saya tidak butuh kemewahan. Saya butuh sesuatu yang berkesan dan bisa mengubah saya,” ungkapnya.
Pendekatan inilah yang membawanya menjelajahi sisi historis Dubai, termasuk kawasan bersejarah Al Fahidi Historical Neighborhood.
Di distrik ini, arsitektur klasik, lorong-lorong sempit, dan galeri seni memberikan perspektif berbeda tentang identitas kota.
Ia juga mengunjungi Sheikh Mohammed Centre for Cultural Understanding, pusat budaya yang memperkenalkan nilai dan tradisi Emirati secara lebih intim. Bagi Agnez, kunjungan ini bukan sekadar wisata, melainkan kesempatan memahami “jiwa” sebuah kota.

Gurun, Refleksi, dan Spontanitas
Jika ingin merenung, Agnez memilih gurun. Hamparan pasir yang luas memberinya ruang untuk berpikir dan terhubung dengan diri sendiri. Di sisi lain, ketika menginginkan dinamika modern, Dubai menawarkan atraksi kontemporer dan ragam kuliner yang tak kalah menggoda.
Menurutnya, jarang ada kota yang mampu menghadirkan begitu banyak dimensi dalam satu perjalanan. Dubai, katanya, seperti ruang yang mampu mengakomodasi berbagai fase kehidupan dan suasana hati.
Meski memiliki agenda, Agnez tidak terlalu kaku merencanakan perjalanan. Ia percaya spontanitas justru sering membawa kejutan terbaik.
“Anda bisa punya rencana, tetapi kota ini mengundang Anda untuk menemukan sesuatu yang tak terduga,” ujarnya.
Perpaduan Karier dan Eksplorasi
Kunjungan kali ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan penampilannya di KRAZY Super Concert pada 17 Februari 2026 di Dubai.
Bagi Agnez, pengalaman tersebut menjadi perpaduan indah antara panggung dan penemuan budaya antara performa dan perenungan.
Perjalanan ini bukan hanya soal destinasi, tetapi juga koneksi melalui musik.
Gaya Santai yang Tetap Chic
Dalam urusan gaya, Agnez memilih pendekatan effortless. Ia menyukai tank top dan celana training dengan siluet longgar, byaman untuk bepergian, namun mudah dipadukan agar tetap terlihat chic dari siang hingga malam.
Secara mental, ia selalu mempersiapkan diri dengan satu hal penting: keterbukaan. Setiap tempat memiliki ritmenya sendiri, dan ia ingin menerimanya apa adanya, tanpa memaksakan ekspektasi pribadi.
Lebih dari Sekadar Liburan
Di tengah situasi geopolitik kawasan yang sempat memunculkan kekhawatiran publik, Agnez memastikan dirinya dalam keadaan aman. Namun di luar itu semua, perjalanan ini meninggalkan kesan mendalam baginya.
Bagi Agnez Mo, Dubai bukan hanya simbol glamor modernitas. Kota ini adalah ruang eksplorasi, tempat di mana tradisi dan masa depan berdampingan, dan di mana setiap sudutnya menawarkan kemungkinan untuk tumbuh.
Dan mungkin, seperti yang ia selipkan dengan nada ringan, Dubai perlahan menjadi rumah keduanya.
