Cosmomagz – Setelah dikenal lewat “Amigdala: Perjalanan Merepresi Memori,” Ega Mpokgaga selaku penulisnya, memperluas kisah semesta yang sudah ia bangun melalui buku kedua bertajuk, “Amigdala: Residu yang Bersemayam.”
Buku ini merupakan jawaban rasa penasaran para penikmat buku pertamanya terhadap sosok Ishtar Mahendra Sumoprawiro yang merupakan karakter utama di semesta Amigdala.
Di Residu yang Bersemayam, Ishtar diceritakan menjalani perjalanan lintas kota hingga negara. Narasi tidak hanya menggambarkan lokasi-lokasi yang ia singgahi, tetapi juga benturan batin yang muncul dari pertemuannya dengan tokoh lama dan baru.
“Setiap interaksi menjadi pemantik memori, menimbulkan rasa yang kompleks, dari nostalgia hingga luka lama yang tak kunjung sembuh,” ujar Ega Mpokgaga.
Ega Mpokgaga menambahkan, proses kreatifnya lahir dari kombinasi antara pengalaman pribadi Ega dan kisah orang-orang terdekatnya.
Di tengah asrinya Ubud yang kini jadi tempat tinggalnya, Ega menenun perasaan, konflik batin, dan percakapan sehari-hari menjadi alur yang terasa natural.
Gaya bercerita inilah yang kemudian membuat pembaca seakan ikut berjalan bersama Ishtar, menyaksikan cara tokoh tersebut menghadapi masa lalu yang membekas.
Seperti diketahui, semesta Amigdala sendiri telah dikenal mampu menyentuh aspek kesehatan mental. Kini, melalui Residu yang Bersemayam, Ega Mpokgaga kembali menghadirkan aspek itu dalam dimensi baru. Tentunya dengan cerita yang lebih matang, dan lebih sarat rasa.
