Cosmo Magazine – Setelah bertahun-tahun vakum, festival jazz paling legendaris di Jakarta akhirnya bangun dari “tidur panjangnya”.
JakJazz, yang pertama kali digagas maestro Ireng Maulana pada 1988, siap kembali mengguncang kota dengan nuansa jazz yang lebih segar.
Bukan sekadar konser musik, JakJazz selalu dikenal dengan atmosfernya yang hangat dan spontan. Musisi senior dan talenta muda sering berbagi panggung tanpa skenario, menciptakan kolaborasi yang tak terduga. Inilah yang menjadikan JakJazz berbeda: intim, penuh kejutan, dan membumi.
Tahun ini, festival mengusung semangat “Respecting the Legacy, Empowering the Youth”. Artinya, JakJazz bukan hanya nostalgia, tapi juga membuka ruang lebar bagi musisi generasi baru.
Di bawah arahan Barry Likumahuwa sebagai Music Director, konsep musiknya dipastikan lintas generasi, dari jazz klasik hingga eksperimen baru yang lebih kekinian.
Menjelang puncak acara pada 20 Desember 2025 di Sparks, Senayan, publik akan diajak “pemanasan” lewat rangkaian side event seru:
- JakJazz Lab – workshop dan kelas kreatif
- City Beats – pertunjukan musik di berbagai sudut kota
- JakJazz Collabs – kolaborasi jazz dengan gaya hidup dan industri lain
Semua ini jadi “pintu masuk” yang ramah bagi penonton baru sekaligus ruang nostalgia bagi mereka yang tumbuh bersama JakJazz.
Festival ini juga jadi milestone penting menuju JakJazz 2026 dengan skala yang lebih besar.
Jadi, catat tanggalnya! Jika ingin merasakan atmosfer jazz yang intim, penuh energi, dan lintas generasi, JakJazz 2025 wajib masuk agenda akhir tahunmu.
