Cosmo Magazine – Di dunia yang masih dipenuhi standar kecantikan serba-sempurna, Irina Shayk memilih fokus pada satu misi penting, yakni memastikan putrinya, Lea De Seine, tumbuh dengan rasa percaya diri yang kuat dan sehat.
Dalam wawancara bersama People, supermodel berusia 39 tahun itu mengaku sangat sadar betapa gencarnya standar visual menyerbu kehidupan perempuan, baik di media sosial maupun industri hiburan.
“Ada begitu banyak standar kecantikan di luar sana. Tugas saya adalah menjaga putri saya dari tekanan itu,” ujarnya.
Irina mengaku bersyukur melihat dunia fashion kini makin inklusif dan merayakan berbagai bentuk kecantikan. Meski begitu, ia berharap perubahan ini bukan sekadar tren sesaat.
“Saya senang melihat industri mulai menerima keberagaman,” katanya.
Untuk Irina, self-love bukan slogan manis, itu latihan hidup. Ia ingin Lea tumbuh sebagai perempuan yang berani membela diri, memahami nilai dirinya, dan tidak menyerah pada tuntutan fisik yang sering tak realistis.
Irina sendiri menghabiskan bertahun-tahun untuk belajar mencintai dirinya, apalagi bekerja di dunia yang penuh pengeditan dan penyempurnaan visual.
“Kamu harus mulai mencintai diri sendiri. Dari situ semuanya baru mengikuti,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa ketidaksempurnaan justru bisa menjadi ciri khas seseorang.
“Bahkan perempuan tercantik pun tidak punya fitur yang benar-benar sempurna. Dan itu justru membuat mereka unik.”
Meski hubungannya dengan Bradley Cooper berakhir setelah Lea lahir, keduanya tetap kompak menjalani co-parenting. Dalam wawancara bersama British Vogue, Irina sempat bercerita tentang tantangan menjadi ibu tunggal sambil tetap bekerja.
Ada hari-hari ketika ia merasa kewalahan, tetapi ia ingin menunjukkan pada Lea bahwa seorang perempuan bisa memiliki mimpi dan tetap hadir sebagai ibu.
“Ada hari ketika saya bangun dan tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi saya ingin Lea melihat bahwa ibunya punya pekerjaan, punya tujuan, dan tetap kuat,” ungkapnya.
