4 Hotel Artotel Raih Sertifikasi GSTC! Standar Emas Pariwisata Berkelanjutan yang Tak Main-main

Empat hotel Artotel kini tidak hanya tampil sebagai tempat menginap, tapi juga representasi dari masa depan industri perhotelan yang lebih bersih, beretika, dan berkelanjutan.

CosmoMagz
5 Min Read

Cosmo Magazine – Upaya panjang yang dimulai delapan tahun lalu akhirnya membuahkan hasil manis. Pada 19 November 2025, empat properti Artotel Group (ARTOTEL Thamrin Jakarta, de Braga by ARTOTEL Bandung, ARTOTEL TS Suites Surabaya, dan ARTOTEL Sanur Bali), resmi menggenggam sertifikasi GSTC (Global Sustainable Tourism Council).

Prestasi ini menjadikan Artotel sebagai operator hotel lokal pertama di Indonesia yang berhasil menembus standar keberlanjutan paling bergengsi di industri pariwisata dunia.

Menurut Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, perjalanan menuju sertifikasi ini bukanlah sekadar memenuhi laporan ESG untuk investor.

“Sejak 2017, kami sudah berkomitmen menjalankan bisnis yang memperhatikan profit, planet, dan people. Jadi bukan cuma cari untung,” ujarnya.

Mendapat sertifikasi GSTC bukanlah perkara administrasi belaka. Prosesnya melibatkan audit ketat oleh lembaga independen terakreditasi, yang mengevaluasi apakah sebuah hotel benar-benar menjalankan prinsip keberlanjutan secara nyata dan konsisten.

GSTC sendiri lahir dari kerjasama UN Foundation, UNEP, dan UN Tourism, dan kini menjadi acuan global dalam menilai keberlanjutan dunia pariwisata.

Empat Pilar yang Menentukan Lolos Tidaknya Sebuah Hotel

Untuk mendapatkan sertifikasi GSTC, sebuah hotel harus memenuhi empat kriteria besar yang mencakup seluruh aspek operasionalnya. Tidak ada ruang untuk “sekadarnya,” semuanya harus terukur, terdokumentasi, dan terbukti berjalan.

1. Manajemen Berkelanjutan

Hotel wajib memiliki rencana keberlanjutan jangka panjang yang konkret. Mulai dari pelatihan staf, pemenuhan regulasi, pemantauan risiko, hingga evaluasi dampak operasional, semua harus berjalan sebagai sistem, bukan proyek musiman.

2. Manfaat Sosioekonomi

Fokusnya adalah manusia. Sebuah hotel harus menjadi bagian dari kemajuan komunitas lokal, antara lain dengan merekrut dan mengembangkan staf lokal, mengutamakan pemasok dari wilayah terdekat, melindungi kesejahteraan karyawan dan masyarakat, serta berkomitmen menentang eksploitasi dan perdagangan manusia.

3. Warisan Budaya

Setiap hotel wajib menghormati konteks budaya setempat. Caranya bisa melalui perlindungan situs bersejarah dan area sensitif, promosi seni, kerajinan, dan tradisi lokal, serta mengedukasi tamu untuk menghargai budaya tempat mereka berlibur

4. Pelestarian Lingkungan

Inilah pilar yang paling kompleks. Hotel harus mampu membuktikan bahwa kegiatan operasionalnya tidak merusak alam. Fokusnya antara lain penghematan energi dan air, pengurangan sampah dan penggunaan plastik, pengelolaan limbah yang aman, hingga pelestarian ekosistem dan pengurangan jejak karbon

Eduard mengakui bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian tersulit. “Dulu belum banyak jasa pengelolaan limbah profesional. Sementara kami nggak bisa buang sisa makanan sembarangan,” katanya.

Di sisi lain, GSTC menuntut nihil food waste. Alhasil, Artotel harus membangun cara kerja baru, mulai dari pembelian bahan yang lebih presisi, menggandeng pemasok lokal, hingga mencegah munculnya jejak karbon yang tidak perlu.

Program ‘The Art of Goodness’: Pondasi Menuju Sertifikasi

Untuk mengonsolidasikan seluruh upaya keberlanjutan ini, Artotel meluncurkan program The Art of Goodness pada 2022. Program ini terbagi menjadi tiga fokus utama, antara lain:

  • Artotel Earth – Inisiatif yang menyasar pengurangan jejak lingkungan, termasuk konservasi energi, air, dan pengelolaan sampah.
  • Artotel Hope – Program sosial yang mendukung peningkatan kualitas hidup karyawan dan masyarakat sekitar.
  • serta Artotel Welfare – Upaya memastikan kesejahteraan kerja, kepatuhan hukum, dan standar operasional yang adil.

Dengan fondasi ini, empat hotel akhirnya berhasil meraih sertifikasi dan kini menjadi contoh bagi jaringan Artotel lainnya.

Eduard menegaskan, meski baru empat hotel yang menerima sertifikasi, Artotel tidak berhenti di sini. Target berikutnya adalah mendorong 10 hotel lain untuk mendapatkan pengakuan yang sama.

Jumlah itu memang baru sekitar 10% dari total hotel yang dioperasikan grup, tetapi menjadi langkah penting dalam transformasi besar.

“Kami ingin empat hotel ini menjadi motor perubahan,” ujar Eduard. “Memang berat dan butuh adaptasi, tapi prinsipnya: lakukan yang terbaik.”

Kenapa Sertifikasi GSTC Itu Penting bagi Artotel?

Lebih dari sekadar label, GSTC membawa dampak besar pada citra, dan itulah nilai yang paling dijaga Artotel. Di era di mana konsumen semakin sadar lingkungan, dan cancel culture bisa menghantam kapan saja, menjaga reputasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan.

“Kalau perusahaan dianggap merusak lingkungan, masyarakat bisa langsung menolak produknya. Sertifikasi seperti ini jadi bukti nyata bahwa kami bertanggung jawab,” jelas Eduard.

Empat hotel Artotel kini tidak hanya tampil sebagai tempat menginap, tapi juga representasi dari masa depan industri perhotelan yang lebih bersih, beretika, dan berkelanjutan.

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar