Kontrasepsi dan Kanker Payudara

Melihat Fakta Antara Kontrasepsi dan Kanker Payudara

Hernowo Anggie
3 Min Read
Kontrasepsi dan Kanker Payudara

CosmoMagazineKanker payudara adalah kondisi ketika sel di jaringan payudara tumbuh tak terkendali dan bisa menyebar (metastasis). Kanker ini muncul sebagai benjolan, perubahan kulit, puting, atau gejala lainnya.

Menurut Globocan 2022, Indonesia mencatat 408.661 kasus kanker baru (semua jenis) dan 242.099 kematian akibat kanker dengan 66.271 kasus merupakan kanker payudara.

Sayangnya, 70% kasus baru ditemukan sudah dalam stadium lanjut, sehingga penting untuk deteksi dini dan kesadaran terhadap perubahan pada payudara.

Apa itu Kontrasepsi Hormonal?

Dilansir Kemkes.go.id, kontrasepsi hormonal adalah metode pencegahan kehamilan yang bekerja dengan mengatur hormon reproduksi wanita, terutama estrogen dan progestin (turunan progesteron).

Tujuannya adalah menghentikan pelepasan sel telur (ovulasi), menipiskan lapisan rahim, dan mengentalkan lendir serviks agar sperma sulit masuk.

Jenis-jenis kontrasepsi hormonal yang umum digunakan:

Pil KB kombinasi (estrogen + progestin) diminum setiap hari.

Pil progestin saja (mini pill) — cocok bagi ibu menyusui atau yang tidak bisa memakai estrogen.

Suntik KB (1 bulan atau 3 bulan) — mengandung hormon progestin depot.

Implan (susuk KB) — batang kecil berisi progestin yang ditanam di bawah kulit lengan, efektif hingga 3–5 tahun.

IUD hormonal (LNG-IUS) — alat kecil di rahim yang melepaskan hormon levonorgestrel secara perlahan..

Menurut Kemenkes RI 2021, sekitar 48,5% perempuan usia subur di Indonesia menggunakan suntik KB, 26,6% menggunakan pil, dan 9,2% memakai implan, menjadikan kontrasepsi hormonal pilihan utama di tanah air.

Benarkah Kontrasepsi Hormonal Bisa Menyebabkan Kanker Payudara?

Penelitian besar oleh New England Journal of Medicine terhadap lebih dari 1,8 juta perempuan menunjukkan bahwa pengguna kontrasepsi hormonal memiliki risiko relatif kanker payudara sebesar 1,09-1,38 kali dibandingkan non-pengguna. Risiko meningkat seiring durasi penggunaan:

Namun, peningkatan ini masih sangat kecil secara absolut. Dalam 10.000 perempuan yang menggunakan kontrasepsi selama 10 tahun, hanya akan muncul sekitar 13 kasus tambahan kanker payudara dibanding yang tidak menggunakan.

Selain itu, kontrasepsi hormonal justru menurunkan risiko kanker ovarium dan endometrium, sehingga manfaatnya tetap signifikan.

Share This Article
Tidak ada komentar