Cosmo Magazine – Akhir tahun selalu membawa ritme yang berbeda. Kota terasa lebih hidup, waktu berjalan sedikit lebih lambat, dan orang-orang mulai mencari makna di balik perayaan.
Menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Sarinah menghadirkan rangkaian program yang merayakan momen ini sebagai pengalaman hidup, bukan sekadar agenda liburan.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap urban destination yang menawarkan pengalaman berlapis, Sarinah memposisikan diri sebagai ruang pertemuan antara budaya, seni, kuliner, dan empati.
Dengan target ratusan ribu pengunjung selama periode libur akhir tahun, Sarinah ingin menghadirkan suasana yang hangat namun tetap relevan dengan gaya hidup urban masa kini.
Tema “Hadiah Penuh Rasa dari Karya Penuh Cinta” terasa kuat melalui pendekatan visual dan atmosfer yang dibangun. Ulos, kain tradisional yang sarat makna doa dan restu, menjadi simbol utama Natal tahun ini.
Pilihan ini bukan sekadar estetika, melainkan pernyataan tentang nilai, bahwa perayaan modern tetap bisa berakar pada budaya dan emosi yang autentik.

Pengalaman berlanjut melalui kembalinya Pasar Nusantara dengan wajah baru. Area kuliner ini tidak hanya menawarkan ragam rasa Indonesia, tetapi juga menghadirkan pengalaman sosial yang intim.
Duduk, berbagi hidangan, dan berbincang menjadi bagian dari ritual akhir tahun yang sederhana namun personal, sebuah jeda dari hiruk pikuk kota.
Sarinah juga mengajak pengunjung untuk menyelami pengalaman artistik lewat PIPILAKA – Immersive Art Exhibition. Pameran ini memadukan seni visual dengan pesan kemanusiaan, kepedulian terhadap alam, dan keberlanjutan.
Sebuah pengingat bahwa seni tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dirasakan dan diberi makna lebih jauh.
Menariknya, sebagian hasil penjualan tiket dialokasikan untuk kegiatan edukasi dan sosial, menjadikan pengalaman ini relevan secara emosional dan etis.
Puncak perayaan hadir pada malam pergantian tahun melalui Festiloka Panggung Nusantara 2026. Digelar bertepatan dengan Car Free Night, acara ini menghadirkan musik dan seni etnik Indonesia dalam format yang inklusif dan meriah.
Penampilan budaya dari berbagai daerah berpadu dengan semangat urban Jakarta, menciptakan selebrasi yang terasa membumi sekaligus kontemporer.
Acara ini juga diawali dengan doa bersama dan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatera, sebuah sentuhan empati di tengah euforia menyambut tahun baru.
Didukung kesiapan operasional yang matang, pengamanan yang diperkuat, serta jam operasional yang diperpanjang hingga tengah malam pada malam tahun baru, Sarinah memastikan pengalaman akhir tahun berjalan aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Melalui rangkaian Natal dan Tahun Baru ini, Sarinah menegaskan perannya sebagai Indonesia’s Cultural Experience Center, sebuah destinasi yang tidak hanya merayakan momen, tetapi juga menghadirkan rasa, cerita, dan nilai.
Di sini, akhir tahun bukan hanya tentang pesta, melainkan tentang bagaimana kita memilih untuk menutup satu bab kehidupan dan menyambut yang baru dengan lebih sadar dan penuh makna.
