Selamat Menjalankan Ibadah Puasa! Ini 3 Golongan yang Mendapat Keringanan di Bulan Ramadhan

Jadi, apa pun kondisi Anda tahun ini, jalani Ramadhan dengan bijak, dan dengan tubuh yang tetap terjaga. πŸŒ™

Hernowo Anggie
2 Min Read

Cosmo Magazine – Bulan Ramadhan selalu datang dengan suasana yang hangat, penuh refleksi, pengendalian diri, dan tentu saja, momen kebersamaan yang tak tergantikan.

Bagi umat Islam, puasa adalah kewajiban spiritual yang sarat makna. Namun, di balik ketegasan ibadah ini, terdapat sisi penuh empati yang sering kali luput dari sorotan: Islam juga menghadirkan keringanan.

Menurut penjelasan Ustadz Drs. H. Rusdi Adam, M.H.I., ada beberapa golongan yang diberikan dispensasi untuk tidak menjalankan puasa demi menjaga kesehatan dan keselamatan diri. Karena pada akhirnya, spiritualitas tidak pernah dimaksudkan untuk menyakiti tubuh.

Mengutip dari RRI.co,id, berikut tiga golongan tersebut:

1. Musafir: Ketika Perjalanan Menjadi Prioritas

Bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh, sekitar 48 kilometer atau lebih, Islam memberikan opsi untuk tidak berpuasa. Perjalanan sering kali menguras energi, mengganggu pola istirahat, dan menuntut fokus ekstra.

Musafir boleh mengganti puasanya di hari lain setelah Ramadhan. Namun, jika merasa mampu dan memilih tetap berpuasa, hal itu juga diperbolehkan. Fleksibel, bukan?

2. Lansia: Ketika Tubuh Tak Lagi Seprima Dulu

Menua adalah fase alami kehidupan. Bagi lansia yang secara fisik sudah tidak sanggup berpuasa, mereka tidak diwajibkan menjalankannya.

Sebagai pengganti, mereka dapat membayar fidyah, memberi makan orang miskin sejumlah hari puasa yang ditinggalkan. Sebuah bentuk ibadah yang tetap menghadirkan nilai sosial dan kepedulian.

3. Ibu Hamil dan Menyusui: Dua Nyawa, Satu Prioritas

Kehamilan dan masa menyusui adalah periode yang membutuhkan asupan nutrisi optimal. Jika seorang ibu khawatir puasa dapat berdampak pada kesehatan dirinya atau sang buah hati, ia diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Puasa yang ditinggalkan bisa diganti di lain waktu, atau dengan fidyah jika memang tidak memungkinkan untuk mengqadha. Kesehatan ibu dan anak tetap menjadi prioritas utama.

Pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ia adalah tentang kesadaran, kasih sayang, dan keseimbangan. Keringanan yang diberikan bukanlah bentuk pengecualian semata, melainkan bukti bahwa ajaran ini memahami kondisi manusia secara utuh.

Jadi, apa pun kondisi Anda tahun ini, jalani Ramadhan dengan bijak, dan dengan tubuh yang tetap terjaga. πŸŒ™

Share This Article
Tidak ada komentar