Cosmo Magazine – Dunia mode kembali berdenyut dengan energi segar saat Maria Grazia Chiuri resmi membuka lembaran baru sebagai direktur kreatif Fendi. Setelah meninggalkan Dior, ia memilih panggung Milan Fashion Week untuk memperkenalkan visi yang terasa personal sekaligus relevan dengan perempuan masa kini.
Koleksi perdananya menjadi perayaan warisan matriarkal Fendi, rumah mode yang sejak awal dibentuk oleh kekuatan perempuan.
Alih-alih merombak DNA brand secara drastis, Chiuri menghadirkan pendekatan yang menghormati tradisi sambil menyuntikkan perspektif modern: pakaian yang elegan, fungsional, dan dekat dengan kehidupan nyata.
Palet hitam dan putih mendominasi runway, memberi kesan tegas namun effortless. Siluet feminin bertemu tailoring klasik, sementara gaun satin, setelan struktural, dan permainan layering menghadirkan keseimbangan antara kelembutan dan kekuatan.
Tas Baguette ikonis kembali menjadi pusat perhatian, sebuah nostalgia yang terasa segar.

Tak kalah penting, Chiuri juga menanggapi warisan bulu Fendi dengan pendekatan lebih sadar: hanya menggunakan material arsip serta memperkenalkan konsep daur ulang bulu vintage. Langkah ini memperlihatkan bagaimana kemewahan bisa berdialog dengan nilai keberlanjutan.
Sentuhan sejarah terasa lewat penghormatan pada era Karl Lagerfeld, sosok yang dulu membentuk identitas visual Fendi. Namun, arah yang dibawa Chiuri jelas, mode yang merayakan tubuh perempuan, bukan sekadar konsep estetika.

Sumber Foto: MIGUEL MEDINA / AFPDebut ini bukan hanya tentang koleksi baru, ini adalah pernyataan sikap. Di tangan Chiuri, Fendi terasa lebih intim, lebih sadar, dan tetap memancarkan pesona khasnya, yakni kemewahan yang hidup bersama perempuan, bukan di atas mereka.
