Cosmo Magazine – Di tengah rilisan musik yang cenderung megah dan penuh produksi, Bernadya justru memilih pendekatan yang lebih tenang dan personal. Lewat single terbarunya Rabun Jauh yang dirilis pada 13 April 2026, ia menghadirkan ruang refleksi tentang rindu, kehilangan, dan keberanian menerima kenyataan.
Setelah membuka tahun dengan lagu Kita Buat Menyenangkan, Bernadya kembali membawa warna yang terasa sangat akrab bagi pendengarnya. Lagu ini menjadi semacam perjalanan pulang ke akar emosional yang selama ini menjadi kekuatan utamanya. Balada yang dihadirkan terasa sederhana, namun menyimpan kedalaman makna yang kuat.
Dalam Rabun Jauh, Bernadya menggunakan metafora penglihatan sebagai cara bercerita. Ia menggambarkan bagaimana seseorang terkadang memilih untuk tidak melihat demi membuat segalanya terasa lebih ringan. Namun di sisi lain, ada momen ketika kita justru harus berani melihat dengan jelas, meski kenyataannya tidak selalu indah.
Baca juga: Cantiknya Bernadya dengan Rambut Bob Baru: Simpel, Fresh, dan Makin Menawan
Tema tersebut terasa semakin dekat melalui lirik yang berbicara tentang menunggu seseorang yang tak lagi hadir. Harapan sederhana seperti menemukan sosok itu di tengah keramaian berubah menjadi rasa sunyi yang sulit dijelaskan. Perasaan ini disampaikan dengan cara yang jujur dan tanpa berlebihan, membuatnya mudah terhubung dengan banyak orang.
Lagu ini juga menawarkan sudut pandang yang tidak biasa. Bersama Randy Pandugo dan Kamga, Bernadya menulis dari perspektif seorang penyanyi di atas panggung. Dalam posisi tersebut, ia menggambarkan bagaimana seseorang bisa merasakan kehadiran sosok tertentu tanpa benar-benar melihatnya secara jelas.
Pendekatan musikal yang dipilih pun mendukung cerita yang ingin disampaikan. Aransemen dibuat minimalis dengan dominasi piano dan lapisan vokal yang lembut. Tidak ada elemen yang berlebihan, sehingga emosi dalam lirik dan karakter vokal Bernadya dapat terasa lebih kuat dan intim.
Pada akhirnya, lagu Rabun Jauh menjadi pengingat bahwa dalam hidup, ada saatnya kita berhenti menghindar dan mulai melihat segala sesuatu dengan apa adanya. Meski tidak mudah, keberanian itulah yang pada akhirnya membawa kita lebih dekat pada penerimaan.

