CosmoMagazine – Agnez Mo, mengungkapkan bahwa seni bela diri tradisional pencak silat menjadi salah satu inspirasi utama dalam koreografi adegan pertarungannya di serial Reacher 4.
Pengakuan tersebut disampaikan saat menghadiri San Diego Comic-Con 2026, ketika ia berbagi pengalaman menjalani proses syuting serial aksi produksi Hollywood tersebut.
Dalam sesi wawancara yang diunggah melalui kanal YouTube Six Degrees Of Geek, Agnez Mo menjelaskan bahwa meski koreografi pertarungan di Reacher 4 tidak secara eksplisit disebut sebagai pencak silat, sejumlah gerakan khas bela diri asal Indonesia itu sengaja disisipkan ke dalam adegan.
“Karena meskipun kami tidak secara spesifik menyatakan bahwa gerakan itu terinspirasi dari Pencak Silat—seni bela diri khas Indonesia—kami mencoba memasukkannya ke dalam koreografi pertarungan tersebut,” ujar Agnez Mo.
Agnez Mo mengatakan bahwa salah satu elemen yang diadaptasi dalam adegan laga adalah jurus, yaitu rangkaian teknik atau pola gerakan dalam pencak silat yang memiliki fungsi tertentu saat bertarung.
Menurutnya, unsur tersebut dipadukan dengan kebutuhan koreografi aksi agar tetap menarik secara visual tanpa menghilangkan identitas seni bela diri Indonesia.
“Dalam Pencak Silat, ada banyak teknik yang kami sebut sebagai ‘jurus’, yaitu cara atau gerakan tertentu dalam mengeksekusinya. Selain itu, ada juga kerambit, pisau khas Indonesia yang merupakan salah satu senjata dalam seni bela diri Pencak Silat,” jelasnya.
Tak hanya mempelajari teknik bertarung, Agnez Mo juga berlatih menggunakan kerambit, senjata tradisional berbentuk pisau melengkung yang identik dengan pencak silat.
Ia mengungkapkan bahwa salah satu anggota tim stuntman menyarankannya untuk terus berlatih setiap hari agar semakin terbiasa dengan gerakan dan penggunaan properti tersebut.
Saran itu langsung dijalankan Agnez Mo. Selama menjalani proses syuting di Toronto, Kanada, ia selalu membawa kerambit tiruan ke mana pun pergi sebagai media latihan.
“Saya ingat salah satu anggota tim stuntman pernah berkata, ‘Ag, sebaiknya kamu berlatih setiap hari.’ Jadi, saya selalu membawa kerambit tiruan di dalam tas ke mana pun saya pergi selama di Toronto,” tutur Agnez Mo.
