CosmoMagazine – Membuat sebuah video klip dengan melibatkan delapan penyanyi bukan perkara mudah, terlebih ketika masing-masing memiliki kesibukan yang padat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi bagian dari cerita di balik penggarapan video klip Warna Warni Indonesia yang disutradarai sekaligus diproduseri oleh Marcos Tjung.
Menariknya, proses penggarapan video klip tersebut dilakukan dalam waktu kurang dari satu hari. Marcos harus menyiasati jadwal delapan penyanyi yang terlibat, yakni Sarwana, Feline Xiao, Lidya Lau, Ari Sanjaya, Bemby Noor, Fryda Lucyana, Dea Mirella, dan Tessa Mariska.
“Aku coba hari itu saja, benar-benar dari rekaman hari itu juga, syuting hari itu juga. Karena ngumpulin mereka itu yang nggak mungkin,” ujar Marcos saat ditemui di Ashta District, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).
Keterbatasan waktu membuat Marcos harus memutar otak agar video klip tetap dapat menyampaikan pesan lagu secara kuat. Ia mengakui konsep visual yang digunakan memang harus menyesuaikan kondisi produksi.
Meski begitu, keterbatasan tersebut tidak membuatnya ingin mengurangi kualitas karya.
“Konsepnya terbatas, tapi kita bikin hal yang luar biasa. Itu PR banget. Tapi orang-orang ini luar biasa. Hasilnya kita maksimalkan,” tuturnya.
Kehadiran delapan penyanyi dari lintas generasi menjadi salah satu kekuatan utama Warna Warni Indonesia. Mereka tidak hanya hadir sebagai pengisi vokal, tetapi juga membawa pengalaman dan karakter masing-masing untuk menyuarakan pesan tentang keberagaman Indonesia.
Warna Warni Indonesia dipersiapkan untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Namun, pesan yang dibawa lagu ini terasa lebih luas daripada sekadar menjadi lagu perayaan 17 Agustus.
Penyanyi senior Fryda Lucyana melihat kolaborasi tersebut sebagai gambaran kecil dari keberagaman Indonesia yang sesungguhnya.
“Kita dari generasi berbeda merepresentasikan keberagaman. Dengan segala perbedaan yang ada, kita tetap menjadi Indonesia yang satu,” kata Fryda.
Menurutnya, pesan persatuan dalam lagu tersebut justru perlu terus diingat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia berharap Warna Warni Indonesia tidak hanya terdengar ketika suasana kemerdekaan mulai terasa.
“Ini lagu bukan hanya untuk 17 Agustus, tapi bisa diputar setiap hari untuk membangkitkan semangat agar tidak mudah terpecah belah. Kita harus selalu ingat itu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sarwana. Personel grup Warna itu mengaku terkesan dengan kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam produksi.
Menurutnya, menyatukan delapan penyanyi dengan jadwal masing-masing dalam satu proyek bukanlah pekerjaan sederhana. Namun, seluruh proses akhirnya dapat berjalan dengan cepat.
“Kita ngerjain sehari bahkan nggak ada, loh. Hebat banget,” tutur Sarwana.
Kekompakan tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan Warna Warni Indonesia. Di tengah perbedaan karakter, usia, dan pengalaman bermusik, para penyanyi dapat bertemu dalam satu karya yang membawa pesan serupa: keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang membuat Indonesia semakin berwarna.
