CosmoMagazine – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) memperkenalkan Premier One, layanan eksklusif bagi nasabah high-net-worth yang membutuhkan pengelolaan kekayaan lebih personal dan terintegrasi. Layanan ini menggabungkan pendampingan finansial, akses prioritas ke solusi investasi pilihan, serta manfaat regional dan gaya hidup untuk mendukung kebutuhan nasabah yang semakin kompleks.
OCBC menilai pertumbuhan kekayaan turut meningkatkan kebutuhan nasabah dalam mengelola aset, menjaga likuiditas, dan mengendalikan risiko. Kebutuhan tersebut kerap berkaitan dengan kepentingan pribadi, keluarga, hingga bisnis sehingga memerlukan strategi keuangan yang disesuaikan dengan tujuan masing-masing.
Berdasarkan OCBC 2026 Net Promoter Score Study, nasabah affluent yang merasa puas memiliki tingkat engagement 20% lebih tinggi dibandingkan nasabah yang belum puas. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa 75% investor affluent menginginkan saran finansial yang sesuai dengan kondisi personal, sedangkan 70% mengharapkan advisor memberikan pandangan secara proaktif.
“Bagi nasabah affluent, pengalaman yang baik dimulai ketika bank memahami keseluruhan konteks hidupnya, bukan hanya angka pada portofolio. Personalisasi berarti memberikan akses yang mudah kepada advisory, solusi perbankan, dan manfaat yang benar-benar relevan,” ujar Hayati Indah Putri, Customer Experience Head OCBC.
Premier One dirancang dengan pendekatan personalized accessibility for every ambition. Melalui layanan ini, nasabah memperoleh pendampingan Senior Relationship Manager yang didukung Konsultan Investasi, akses prioritas terhadap produk unggulan dan wawasan finansial, serta manfaat gaya hidup dan jaringan regional OCBC di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.

Stephanie M. Kristanto, Premier Banking Segment Head OCBC, mengatakan Premier One memperkuat layanan wealth management melalui integrasi pendampingan ahli, solusi investasi, dan manfaat regional.
“Melalui pendekatan ini, kami ingin menjadi mitra yang mendampingi nasabah dalam merancang, mengelola, mengembangkan, dan melindungi kekayaannya sesuai tujuan masing-masing,” kata Stephanie.
Kebutuhan terhadap layanan tersebut juga terlihat dari perilaku investasi nasabah. Data industri yang dikutip OCBC menunjukkan 59% profesional di bidang wealth management menilai nasabah Indonesia semakin memahami investasi. Namun, lebih dari 70% saldo tabungan dan investasi ritel masih ditempatkan pada deposito.
Menurut Diamond Stole, Wealth Management Advisory Head OCBC, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan dalam menerjemahkan tujuan finansial menjadi strategi portofolio yang lebih terdiversifikasi dan sesuai kebutuhan.
“Keleluasaan solusi investasi menjadi penting karena tidak ada satu instrumen yang dapat menjawab seluruh kebutuhan nasabah. Wealth management yang personal dimulai dari pemahaman terhadap tujuan nasabah, kemudian diterjemahkan menjadi strategi dan akses kepada solusi investasi yang relevan,” ujarnya.
Secara global, 68% individu dengan kekayaan tinggi atau high-net-worth individuals berencana meningkatkan eksposur terhadap private equity. Meski demikian, hanya 17% yang menilai pengalaman advisory mereka sudah terintegrasi dan personal.
Melalui Premier One, OCBC menekankan bahwa pengelolaan kekayaan tidak cukup hanya dengan menyediakan beragam produk investasi. Nasabah juga membutuhkan pendampingan untuk memahami manfaat, risiko, biaya, dan karakteristik produk sebelum menentukan pilihan.
Rekomendasi investasi tetap disesuaikan dengan profil risiko, tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta pemahaman setiap nasabah. Dengan pendekatan tersebut, Premier One ditujukan untuk membantu nasabah mengelola dan mengembangkan kekayaan secara lebih terarah, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan keluarga dan bisnis dalam jangka panjang.
