Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5
J&T Cargo

J&T Cargo Perketat Pengiriman Akhir Tahun, Ini Daftar Barang Berbahaya yang Perlu Diketahui

Hernowo Anggie
3 Min Read
J&T Cargo

CosmoMagazine – Menjelang puncak pengiriman akhir tahun 2026, keamanan distribusi barang menjadi perhatian penting bagi industri logistik. Di tengah meningkatnya volume paket, J&T Cargo memperketat prosedur penanganan kiriman, terutama untuk barang berbahaya (Dangerous Goods) dan barang terlarang (Prohibited Items).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pengiriman tetap aman, lancar, dan tepat waktu. J&T Cargo juga mengingatkan pelanggan agar lebih cermat sebelum mengirim paket, termasuk memberikan informasi yang benar mengenai isi kiriman.

Pasalnya, keamanan pengiriman tidak hanya bergantung pada proses pengangkutan, tetapi juga pada kejujuran pengirim sejak awal. Informasi yang akurat membantu petugas mengidentifikasi potensi risiko dan menentukan penanganan yang sesuai.

Dalam layanan logistik, barang berbahaya dan barang terlarang memiliki ketentuan berbeda. Prohibited Items merupakan barang yang tidak dapat diterima untuk dikirim karena melanggar hukum atau kebijakan layanan. Sementara itu, Dangerous Goods adalah barang yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak ditangani dengan benar.

Barang berbahaya dapat mencakup bahan peledak, gas, cairan mudah terbakar, bahan kimia korosif, zat beracun, hingga perangkat elektronik tertentu yang mengandung baterai.

Ketentuan pengiriman setiap barang dapat berbeda, bergantung pada karakteristik barang, moda transportasi yang digunakan, serta jalur distribusi, baik melalui darat maupun udara.

Karena itu, pelanggan perlu memeriksa aturan pengiriman sebelum menyerahkan paket kepada perusahaan ekspedisi. Langkah ini penting agar barang dapat diidentifikasi dan ditangani sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

Network Training SPV J&T Cargo Indonesia, Danu Permadi, menegaskan bahwa keselamatan operasional selama periode ramai akhir tahun membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk pelanggan.

“Keselamatan pengiriman dimulai dari ketepatan informasi yang diberikan pengirim dan penanganan yang sesuai di setiap tahapan lapangan. Menjelang lonjakan pengiriman akhir tahun, transparansi dari pelanggan sangat krusial. Ketika isi kiriman diinformasikan dengan benar sejak awal, potensi risiko bisa diantisipasi lebih cepat sehingga tidak merugikan armada pengangkut maupun paket milik pelanggan lainnya,” ujar Danu.

Untuk mengantisipasi potensi risiko, J&T Cargo menerapkan prosedur pemeriksaan dan identifikasi terhadap kiriman yang terindikasi bermasalah. Petugas operasional juga mendapatkan pelatihan untuk mengenali tanda-tanda yang dapat menunjukkan adanya barang berbahaya dalam paket.

Beberapa indikasi yang perlu diwaspadai meliputi label peringatan bahaya, kebocoran cairan, bau menyengat, munculnya asap, panas yang tidak wajar, suara mendesis, hingga kondisi kardus yang rusak.

Apabila ditemukan indikasi barang berbahaya yang tidak dilaporkan, proses operasional paket akan dihentikan sementara untuk dilakukan pelaporan dan penanganan khusus sesuai prosedur yang berlaku.

Langkah ini dilakukan agar paket yang berisiko tidak diproses seperti kiriman biasa. Sebab, penanganan yang tidak tepat dapat membahayakan petugas, armada pengangkut, serta paket milik pelanggan lainnya.

Terlebih saat volume pengiriman meningkat menjelang akhir tahun, pemeriksaan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional logistik.

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar