Transformasi Vicky Shu

Perjalanan Transformasi Vicky Shu Bersama Halofit by Halodoc, Buktikan Turun 10 Kg dalam Delapan Minggu

Hernowo Anggie
3 Min Read
Transformasi Vicky Shu

CosmoMagazine – Gaya hidup modern yang serba cepat, kurangnya aktivitas fisik, serta tingginya tingkat stres telah mengubah cara masyarakat menjaga kesehatannya. Tuntutan kesibukan sehari-hari sering kali berujung pada pola makan yang tidak teratur, membuat banyak orang kesulitan mempertahankan berat badan ideal.

Bagi perempuan, tantangan ini semakin berat dengan adanya perubahan hormon dan metabolisme, khususnya pada fase pascamelahirkan. Sayangnya, lonjakan berat badan kerap dipandang semata-mata sebagai akibat dari kurangnya kedisiplinan menjaga pola gaya hidup, padahal terdapat faktor genetik, hormonal, dan metabolik yang kompleks dibaliknya.

Stigma ini sering kali memicu tekanan mental dan mendorong banyak orang mengambil jalan pintas melalui diet ekstrem yang berbahaya. Tekanan sosial dan perjuangan mengelola berat badan ini juga dialami oleh salah satu figur publik, Vicky Shu.

Pasca melahirkan anak keduanya, Vicky Shu menghadapi tantangan berat badan yang signifikan. Di tengah upayanya beradaptasi dan kembali beraktivitas, ia justru menjadi sasaran body shaming dan mom shaming di media sosial.

Di tengah perjalanannya untuk terus bersemangat di tengah tekanan sosial, Vicky Shu tetap memprioritaskan kesehatannya. Publik sempat menduga ia menjalani operasi potong lambung, karena transformasinya yang terbilang cepat dan berhasil.

Padahal Vicky Shu mengikuti program weight management bersama Halofit by Halodoc telah berjalan selama delapan minggu, di bawah pengawasan medis dan sains yang ketat serta dukungan teknologi. Selain itu Vicky Shu juga menerapkan pola hidup sehat dengan aktif berjalan kaki setiap hari, dan menata ulang pola konsumsi sehari-hari.

“Aku memilih program Halofit karena aku ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku, bukan semata karena ingin menurunkan berat badan saja,” kata Vicky Shu.

“Melalui program ini, aku mendapatkan pengawasan dari tim dokter selama 30 hari, diberikan meal plan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhku, dan mendapat terapi GLP-1, jadi nafsu makan aku lebih terkontrol dan nggak lagi lapar mata,” sambung dia.

Perjalanan transformasi ini, dijelaskan Vicky Shu, mengajarkannya tentang tak harus memenuhi standar kecantikan orang lain. “Karena tujuan sebenarnya bukan hanya menurunkan berat badan saja, tapi justru memiliki tubuh yang sehat, dan akhirnya pun dapat berdampak pada mental yang sehat,” urai dia.

Share This Article
Tidak ada komentar