Waspada iPhone Refurbish, Jangan Sampai Ketipu Harga Murah

Banyak orang nggak sadar iPhone yang mereka beli bukan unit resmi. Berikut beberapa ciri yang bisa langsung kamu perhatikan.

CosmoMagz
3 Min Read

Cosmo Magazine – Belakangan ini iPhone refurbish atau rekondisi makin gampang ditemui. Biasanya dijual dengan harga jauh lebih murah dan dikemas rapi seolah-olah baru. Masalahnya, banyak orang nggak sadar bahwa yang mereka beli bukan unit resmi. Biar kamu nggak jadi korban, ada beberapa ciri yang bisa langsung kamu perhatikan.

Pertama, perhatikan kotaknya. Unit refurbish sering datang dengan kotak yang tipis, warna cetakannya pudar, bahkan kadang terlihat seperti fotokopian. IMEI yang tercetak di box juga sering nggak cocok dengan IMEI di perangkat. Kalau kotak aja sudah bermasalah, bisa ditebak isiannya juga nggak aman.

Lanjut ke aksesoris. Charger bawaan iPhone asli terasa solid, berat, dan rapi. Tetapi pada iPhone refurbish, adapter biasanya ringan, plastiknya terasa murahan, dan kabelnya cepat kusut atau kaku. Bahkan beberapa tidak memiliki tulisan standar Apple seperti “Designed by Apple in California”.

Ciri lainnya ada di bodi perangkat. Banyak unit rekondisi merupakan hasil bongkar-pasang. Hasilnya? Baut bagian bawah nggak rata, celah frame sedikit renggang, warna housing nggak seragam, atau lem kaca yang terlihat tidak rapi. Kalau kamu melihat bekas bongkar sedikit saja, itu tanda besar bahwa perangkat tersebut bukan original.

IMEI juga wajib dicek. Cocokkan di tiga tempat, di antaranya pengaturan (Settings), bodi iPhone (untuk beberapa model), dan yang tercetak di kotak. Kalau ada satu yang berbeda, hampir bisa dipastikan itu unit refurbish.

Biasanya penjual juga memasang label negara seperti LL/A, ZP/A, atau J/A. Padahal kode negara bukan masalah, asalkan unitnya asli. Tapi kalau ada kode-kode itu dan harganya jauh lebih murah dari pasaran? Hati-hati, itu sering trik untuk “mewajarkan” perbedaan unit.

Bagian baterai juga tidak kalah penting. Banyak iPhone refurbish memakai baterai non-original yang dimodifikasi agar terbaca 100%. Kamu bisa curiga kalau battery health turun cepat hanya dalam beberapa jam, atau perangkat panas walaupun cuma dipakai untuk chat.

Performa pun biasanya tidak konsisten. Layar kadang delay, speaker suaranya cempreng, dan Face ID sering tidak berfungsi. Ini karena komponen dalamnya bukan komponen asli Apple, entah motherboard bekas, layar KW, atau part yang sudah pernah diperbaiki.

Dan terakhir, soal garansi. iPhone asli selalu bisa dicek masa garansinya di website resmi Apple. Sedangkan refurbish biasanya hanya diberi garansi toko satu sampai tiga bulan. Itu pun kadang cuma formalitas.

Jadi, sebelum membeli iPhone, jangan hanya terpukau harga yang terlalu murah. Teliti sedikit akan menyelamatkan kamu dari kerugian besar di kemudian hari. Kalau ingin aman, beli dari toko resmi atau penjual yang benar-benar terpercaya.

Share This Article
Tidak ada komentar