Ingin Beli iPhone Fold? Segini Harganya

Yang pasti, meski Apple terlambat masuk pasar lipat, reputasi mereka menghadirkan inovasi dan penyempurnaan membuat konsumen tetap antusias.

CosmoMagz
3 Min Read

Cosmo Magazine – Apple kabarnya siap masuk ke segmen smartphone lipat, dan prediksi harganya bikin mata terbelalak. Menurut analis Arthur Liao dari Fubon Research, varian tertinggi iPhone lipat bakal dibanderol hingga US$2.399 atau sekitar Rp 40 juta.

Angka ini sejalan dengan perkiraan analis ternama Ming-Chi Kuo, yang menyebut rentang harga sekitar US$2.000–US$2.500 (Rp 33,3 juta–Rp 41,6 juta).

Meski Apple belum memberi konfirmasi resmi, berbagai laporan dan bocoran terus bermunculan. Jika prediksi ini benar, iPhone lipat akan berada di kelas premium lebih tinggi dibandingkan pesaingnya saat ini, seperti Samsung Galaxy Z Fold 7 atau Huawei Mate X6.

Sebagai gambaran, Galaxy Z Fold 7 varian tertinggi dengan RAM 16GB dan storage 1TB dijual sekitar Rp 35 juta, sementara Huawei Mate X6 lebih terjangkau, sekitar Rp 30 juta.

Menurut Arthur Liao, harga tinggi ini karena Apple menggunakan komponen premium.

Panel layar dan mekanisme engsel diklaim memenuhi standar kualitas tinggi yang diharapkan konsumen. Material terbaik, teknologi mutakhir, dan pengalaman pengguna yang dijaga konsisten jadi alasan utama.

Meski begitu, harga akhir akan sangat menentukan jumlah unit yang terjual. Fubon Research memprediksi Apple bisa mengapalkan sekitar 5,4 juta unit iPhone lipat pada 2026. Angka ini menunjukkan keyakinan Apple terhadap minat pasar, meski produk ini jelas menyasar segmen premium.

Desain dan Perkembangan Terkini

Dari bocoran terbaru, iPhone lipat Apple akan menggunakan mekanisme lipatan horizontal ala buku, mirip dengan Samsung Galaxy Z Fold atau Huawei Mate X. Desain ini dinilai praktis untuk produktivitas karena memberikan layar lebih luas saat dibuka, sekaligus nyaman dibawa saat ditutup.

Saat ini iPhone lipat disebut sudah masuk tahap engineering validation (EVT stage), di mana prototipe diuji secara intensif. Tahap ini penting untuk memastikan semua komponen bekerja sesuai ekspektasi sebelum produksi massal.

Kapasitas baterai juga jadi fokus Apple, mengingat konsumsi daya pada smartphone lipat cenderung lebih tinggi. Perusahaan ingin memastikan pengalaman pengguna tetap optimal meski form factor berbeda dari iPhone biasa.

Strategi Apple di Pasar Lipat

Dengan harga yang cukup tinggi, iPhone lipat diprediksi akan menjadi flagship paling premium Apple. Strategi ini konsisten dengan pendekatan mereka, yakni selalu menawarkan produk berkualitas tinggi dengan harga premium, meski harus bersaing dengan smartphone lipat yang sudah beredar lebih dulu.

Yang pasti, meski Apple terlambat masuk pasar lipat, reputasi mereka menghadirkan inovasi dan penyempurnaan membuat konsumen tetap antusias. Kamu salah satunya?

Share This Article
Tidak ada komentar