Cosmo Magazine – Siapa yang tidak penasaran dengan Dilan versi mahasiswa? Setelah sukses dengan kisah cinta remajanya, Dilan kini kembali, tapi kali ini bukan lagi siswa SMA.
Dilan ITB 1997 membawa kita ke kehidupan kampus di Institut Teknologi Bandung (ITB), memperlihatkan Dilan yang lebih dewasa, sekaligus menyelipkan nuansa sejarah penting Indonesia pada akhir 1990-an.
🎬 Dilan, Milea, dan Ancika: Chemistry yang Tetap Memikat
Film ini menampilkan Ariel NOAH sebagai Dilan, Raline Shah sebagai Milea, dan Niken Anjani sebagai Ancika. Belum lagi hadirnya Ira Wibowo sebagai ibu Dilan yang hangat dan bijak.
Dari teaser yang dirilis, kita bisa melihat interaksi Dilan dengan kedua perempuan penting dalam hidupnya: nostalgia dengan Milea dan hubungan baru yang hangat dengan Ancika.
Dalam teaser versi Milea, momen pertemuan kembali mereka terasa manis dan penuh rasa rindu: “Apa kabar?” tanya Milea. “Gue udah jadi anak baik sekarang,” balas Dilan.
Sementara versi Ancika memperlihatkan dukungan dan kedewasaan Ancika, yang menegaskan prinsip Dilan, “Orang yang cemburu itu tidak percaya diri.”
📖 Cinta Bertemu Sejarah
Selain kisah asmara, film ini juga menyinggung konteks sosial dan politik Indonesia pada akhir 1990-an, masa transisi menuju Reformasi. Salah satu adegan menampilkan pengunduran diri Presiden Soeharto, menegaskan bahwa Dilan tidak hanya berada di dunia romansa kampus, tetapi juga ikut merasakan atmosfer perubahan zaman.
Dialog singkat Dilan di adegan ini , “Terima kasih, Soeharto” menjadi pengingat bahwa setiap cerita cinta juga bisa beririsan dengan sejarah. Tapi jangan khawatir, semuanya dikemas dengan lembut dan tetap fokus pada perjalanan karakter Dilan yang sedang belajar memahami cinta, persahabatan, dan tanggung jawab.

💕 Dilan yang Lebih Dewasa
Film ini memberi kesempatan bagi penonton untuk melihat sisi lain Dilan, yakni sebagai seorang mahasiswa yang harus menyeimbangkan cinta masa lalu dan baru, kehidupan kampus, serta kepedulian sosial. Chemistry antara Dilan, Milea, dan Ancika dikemas manis, dengan nuansa modern namun tetap menghangatkan hati.
Disutradarai oleh Fajar Bustomi, yang sebelumnya sukses dengan seri Dilan dan Ancika, film ini dijadwalkan tayang 30 April 2026 di bioskop Indonesia.

