Lippo Mall Kemang & Diva One Rayakan Hari Batik Nasional Lewat “Panggung Wastra Nusantara” yang Penuh Warna dan Makna

Hernowo Anggie
3 Min Read

Cosmo Magazine — Batik bukan sekadar kain, tapi cerita panjang tentang identitas bangsa. Momen Hari Batik Nasional tahun ini terasa makin berkesan berkat kolaborasi Diva One dan Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, yang menghadirkan pertunjukan mode spektakuler bertajuk Panggung Wastra Nusantara, Kamis (2/10).

Acara ini jadi ajang perayaan keindahan warisan kain Indonesia dari berbagai daerah (mulai dari batik hingga tenun NTT, Tapanuli, dan ragam wastra lainnya) yang dikemas dengan sentuhan modern, tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.

Hasilnya? Sebuah pertunjukan yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga membangkitkan rasa bangga terhadap budaya lokal.

Menurut Jackson Aritonang dari Adiwarna Expo, pihak penyelenggara acara, momen ini dirancang khusus bertepatan dengan Hari Batik Nasional untuk memberi ruang apresiasi bagi para pengrajin dan desainer lokal.

“Kita ingin bukan hanya merayakan batik, tapi seluruh kain nusantara. Dari tenun Tapanuli, NTT, dan banyak lagi. Generasi muda perlu tahu bahwa warisan ini indah dan harus dilestarikan,” ujar Jackson.

Di atas panggung, sebanyak 60 koleksi busana dari 10 daerah Indonesia diperagakan oleh para model profesional. Setiap sesi menampilkan perpaduan motif, corak, dan filosofi yang berbeda, menjadikan setiap langkah di runway seperti perjalanan keliling nusantara dalam bentuk kain.

Tidak berhenti di Jakarta, Jackson menyebut perayaan cinta wastra ini juga berlangsung serentak di Pondok Indah Mall dan Icon Bali, sebagai bagian dari kampanye nasional mencintai kain tradisional Indonesia.

“Impian kami tentu bisa membawa acara ini ke panggung internasional, memperkenalkan budaya Indonesia ke luar negeri, dimulai dari Singapura dan Kuala Lumpur,” tambahnya.

Salah satu koleksi yang mencuri perhatian datang dari desainer Organ Sinaga, yang menafsir ulang kain ulos asal Sumatera Utara. Menurutnya, ulos bukan hanya simbol tradisi, tapi juga doa dan restu yang menyertai setiap momen kehidupan.

“Ulos punya makna spiritual yang kuat, jadi kami ingin menghadirkannya dalam bentuk busana siap pakai tanpa menghilangkan esensinya,” jelas Organ.

Ia berharap karyanya bisa menjadi jembatan antara generasi muda dan warisan leluhur.

“Target kami semua masyarakat Indonesia yang cinta kain tradisional. Pesan saya sederhana, cintailah kain Nusantara,” tutupnya.

Dengan semangat modern dan elegan, Panggung Wastra Nusantara bukan sekadar fashion show, tapi sebuah panggilan untuk kembali mencintai akar budaya sendiri, dengan gaya yang tak lekang oleh waktu.

Share This Article
Tidak ada komentar