Cosmo Magazine – Pernah kepikiran nggak kalau rahasia kulit sehat ternyata ada pada mikroorganisme yang hidup di kulitmu?
Labore, brand dermatologi kekinian, baru saja menghadirkan Microbiome Check-Up (MCU) pertama di Asia Tenggara, yang bikin kita bisa lebih paham kondisi kulit secara mendalam. Acara peluncurannya berlangsung di atrium Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).
Menurut dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE., FINSDV, Founder Labore, setiap orang punya komposisi mikrobioma kulit yang unik.
“Dengan kolaborasi global antara peneliti dan dermatolog, kami nggak cuma bisa mengenali jenis kulit, tapi juga keseimbangan mikrobioma yang berperan penting dalam daya tahan kulit,” ujar dr. Sari.
Labore Microbiome Balance Analyzer, Diagnosis Kulit Tingkat Lanjut
Bagian paling menarik dari MCU adalah Labore Microbiome Balance Analyzer, alat canggih yang dikembangkan bersama dermatolog internasional untuk mengidentifikasi kondisi kulit secara presisi.
Alat ini mampu menilai keseimbangan mikrobioma dan memberikan insight yang personal, sehingga perawatan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing individu.
Gak cuma itu, Labore melibatkan berbagai spesialis dermatologi, mulai dari estetik, pediatrik, hingga imunodermatologi dan alergi, agar hasil analisis lebih komprehensif. Jadi, kulitmu dianalisis dari semua sisi, bukan cuma kulit wajah.
Kolaborasi dengan Nusantics, Teknologi Microbiome Decoding
Labore menggandeng Nusantics, perusahaan bioteknologi berbasis mikrobioma, untuk memetakan kondisi kulit setiap orang. Menurut Revata Utama, BSc. (Hons), CEO Nusantics, teknologi ini bikin dermatologist punya insight lebih akurat untuk merancang perawatan yang sesuai.
Pencegahan Masalah Kulit dari Akar
Menurut dr. Ayman Alatas, Sp.MK, Labore Microbiome Science Council, menjaga keseimbangan mikrobioma kulit itu penting banget. Kalau terganggu, bisa muncul masalah seperti jerawat, eksim, dan kulit sensitif. Dengan MCU, masyarakat bisa deteksi dini masalah kulit dan mencegahnya sebelum jadi lebih serius.
Pandangan ini sejalan dengan tren global di dunia dermatologi. dr. Luke Maxfield, Labore Global Derma Advisory Council, menambahkan bahwa teknologi mikrobioma sedang jadi topik panas karena fokusnya memang mengatasi akar masalah kulit: mengembalikan keseimbangan alami kulit.
Skincare Personal Berdasarkan Microbiome Intelligence
“Melalui Labore Dermalab dan rangkaian produk kami, kami ingin membawa perawatan dermatologi profesional ke lebih banyak orang. Ini bukan sekadar inovasi, tapi langkah menuju masa depan perawatan kulit personal berbasis microbiome intelligence. Karena kulit setiap orang itu unik, begitu juga solusinya,” tutup dr. Sari.
Jadi, buat kamu yang ingin tahu rahasia kulit sehat dari dalam, Labore bisa jadi jawaban baru. MCU-nya nggak cuma diagnosa biasa, tapi membuka jalan ke perawatan yang benar-benar sesuai dengan kulitmu.
