Cosmo Magazine – Dunia outing dan event di Indonesia kedatangan gebrakan baru melalui Indonesia Outing Expo 2025 yang untuk pertama kalinya diadakan pada 14–16 November di JICC, Jakarta Pusat.
Pameran ini dirancang sebagai ruang temu bagi siapa pun yang ingin menemukan inspirasi kegiatan rekreasi, gathering, hingga konsep acara yang lebih kreatif.
Direktur Panorama Media, Andita Tirtawisata, menyebut bahwa expo ini digagas untuk mempertemukan para pelaku industri yang bergerak di bidang outing, event, dan experiential learning dalam satu platform besar.
Mulai dari hotel, venue, desa wisata, EO, penyedia aktivitas outbound, layanan transportasi, hingga produsen merchandise, semuanya dikumpulkan agar pengunjung bisa langsung menjelajahi berbagai opsi dalam sekali kunjungan.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan pameran ini mengusung dua misi penting, yakni membantu perusahaan dan komunitas merancang program engagement yang bermakna, hingga menguatkan ekosistem pariwisata, leisure, dan industri event melalui kolaborasi antarpelaku usaha.
Lebih dari 100 peserta pameran terlibat, termasuk Best Western Hotel, Bobobox, Super Park, Sunsetfalls, hingga White Horse. Ragam tenant yang hadir mencakup destinasi wisata, vendor makanan, perusahaan aktivitas team building, dan masih banyak lagi.
Pengunjung bahkan bisa mencoba workshop gratis, salah satunya membatik bersama Kampung Batik Palbatu Jakarta.
SDM Jadi Fondasi Utama Industri Outing
Ketua Umum AELI, Gigih Gesang, menilai Indonesia Outing Expo sebagai langkah strategis bagi pelaku experiential learning. Di acara ini, AELI menghadirkan AELI Pavilion yang berisi penyedia layanan team building terkurasi.
Gigih menekankan bahwa keberhasilan industri outing sangat dipengaruhi oleh kualitas SDM yang mengelolanya. Menurutnya, layanan yang kompeten akan menghasilkan pengalaman belajar yang lebih efektif bagi peserta.
Sementara itu, Doti Lilipaly dari PUTRI menyoroti peningkatan kualitas pengelolaan destinasi rekreasi di Indonesia. Ia menyebut bahwa pihaknya sedang mengarahkan anggotanya untuk menerapkan standar layanan yang lebih aman dan nyaman, sejalan dengan konsep rekreasi berkelanjutan.
Doti melihat expo ini sebagai sarana memperluas kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah untuk mendorong MICE serta sektor rekreasi terus berkembang.
PUTRI Siapkan Sistem Penilaian Baru untuk Tempat Rekreasi
PUTRI, yang menaungi ratusan tempat rekreasi di seluruh Indonesia, kini tengah menuntaskan sistem penilaian kualitas layanan yang akan digunakan secara nasional.
Rencana ini sudah berjalan sekitar 1,5 tahun dan dijadwalkan diluncurkan pada Rakernas PUTRI Desember 2025.
Melalui sistem tersebut, setiap tempat rekreasi akan diberi logo berbentuk bunga khas Indonesia, lengkap dengan rating satu hingga tiga bintang yang menandakan tingkat keamanannya.
Doti berharap penilaian ini mendorong destinasi rekreasi meningkatkan standar layanannya, sehingga publik kembali merasa aman dan tertarik untuk berwisata di daerah masing-masing.
Selain sebagai hiburan, ia menekankan bahwa kunjungan ke tempat rekreasi juga berdampak positif bagi ekonomi lokal.
