Miss Jamaika Jatuh dari Panggung Miss Universe 2025, Alami Pendarahan Otak

Setelah hampir dua minggu dirawat intensif, pihak keluarga dan MUO mengeluarkan pernyataan bersama pada Senin, 8 Desember 2025, untuk mengabarkan perkembangan kesehatan Henry.

CosmoMagz
3 Min Read

Cosmo Magazine – Insiden terjatuhnya Miss Jamaika 2025, Gabrielle Henry, saat sesi penyisihan Miss Universe pada 19 November 2025 di Nonthaburi, Bangkok, akhirnya mendapatkan penjelasan resmi dari Organisasi Miss Universe (MUO).

Setelah hampir dua minggu dirawat intensif, pihak keluarga dan MUO mengeluarkan pernyataan bersama pada Senin, 8 Desember 2025, untuk mengabarkan perkembangan kesehatan Henry.

Gabrielle Henry, yang dikenal sebagai dokter, dilaporkan terjatuh melalui celah panggung ketika melakukan peragaan gaun malam. Kejadian itu membuatnya tidak sadarkan diri, mengalami pendarahan otak, sejumlah patah tulang, serta luka pada bagian wajah. Cedera yang dialaminya membuat Henry langsung masuk ICU dan berada dalam kondisi kritis sejak hari pertama dirawat.

Dirawat Ketat di ICU

Menurut rilis resmi yang dikutip dari PEOPLE, Henry memerlukan pemantauan neurologis intensif selama 24 jam nonstop. Situasinya sempat sangat mengkhawatirkan karena pendarahan otak berpotensi mengancam nyawa dan membutuhkan pengawasan dokter spesialis setiap waktu.

Pihak MUO menjelaskan bahwa sejak kejadian terjadi, Henry tetap berada dalam perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Bangkok. Meski demikian, kondisi Henry dikabarkan perlahan stabil.

Ia dijadwalkan kembali ke Jamaika dalam beberapa hari mendatang dengan pengawalan tim medis lengkap untuk melanjutkan perawatan lanjutan di negaranya.

MUO Menanggung Segala Biaya Pengobatan

Organisasi Miss Universe menegaskan bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya medis Henry, mulai dari perawatan di Thailand hingga pengobatan lanjutan di Jamaika nanti. Selain biaya perawatan, MUO juga menyiapkan akomodasi bagi ibu dan saudara perempuan Henry yang mendampinginya selama dirawat.

Dalam pernyataannya, MUO menyebut telah menutupi segala kebutuhan keluarga Henry selama masa krisis tersebut, termasuk biaya hidup dan akomodasi tambahan. Mereka juga memastikan biaya penerbangan medis untuk membawa Henry pulang sepenuhnya ditanggung oleh organisasi.

Keluarga Henry menyampaikan rasa terima kasih mereka karena MUO dianggap memberikan perhatian dan pendampingan yang melampaui sekadar kewajiban profesional.

Sempat Muncul Tuduhan Menyalahkan Henry

Sebelumnya, MUO sempat diterpa kritik setelah Miss Universe Haiti 2025, Melissa Sapini, mengungkapkan bahwa seorang staf kontes diduga menyalahkan Henry atas insiden tersebut. Sapini mengaku mendengar seorang staf mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi karena Henry “tidak memperhatikan”.

Tudingan itu memicu gelombang kritik mengenai kurangnya empati dan standar keselamatan panggung. Namun MUO segera membantah melalui siaran pers pada 8 Desember 2025.

Mereka menegaskan bahwa laporan media yang menyebut Henry berkontribusi pada insiden itu adalah “tidak benar” dan tidak sesuai fakta.

Dukungan dari Publik dan Pemilik Miss Universe

Seiring rencana kepulangannya, Henry menyampaikan ucapan terima kasih melalui pernyataan tertulis. Ia berterima kasih atas doa dan dukungan dari masyarakat Jamaika, komunitas Miss Universe, serta penggemar di seluruh dunia.

Salah satu pemilik Miss Universe, Raúl Rocha, juga mengunggah pernyataan penuh dukungan di akun Instagram pribadinya.

Ia menyebut Gabrielle sebagai sosok pemimpin dan menyampaikan rasa syukurnya karena Henry akan segera kembali ke rumah. Rocha juga berharap Henry dapat kembali terlibat dalam proyek-proyek sosial MUO di Jamaika setelah pulih nanti.

Share This Article
Tidak ada komentar