Duka di Dunia Hiburan: Lula Lahfah dan Jejaknya dari Musik ke Layar

Dan jika ini memang akhir dari perjalanannya di mata publik, Lula Lahfah pergi dengan caranya sendiri, meninggalkan jejak yang mungkin tidak monumental, tapi cukup familiar bagi banyak orang yang pernah tumbuh bersamaan dengan linimasa yang sama.

Hernowo Anggie
3 Min Read

Cosmo Magazine – Nama Lula Lahfah bukan nama asing di dunia hiburan dan media sosial Indonesia.

Lahir di Jakarta, 17 Juli 1999, Lula dikenal sebagai sosok multitalenta yang sejak usia muda sudah mondar-mandir di dunia musik, akting, dan konten digital. Kariernya dimulai jauh sebelum kata “influencer” jadi profesi yang mapan seperti sekarang.

Awal kemunculannya datang dari musik. Pada 2013, Lula merilis single berjudul Pergi. Tidak lama setelah itu, ia sempat menarik perhatian lewat lagu dangdut Pusing Pala Barbie dengan nama panggung Lula Lula, fase yang sampai hari ini masih sering diingat publik sebagai bagian unik dari perjalanan awalnya.

Dari musik, Lula kemudian perlahan berpindah ke dunia akting sejak 2015, tanpa banyak sensasi, tapi konsisten.

Namanya muncul di berbagai format hiburan, seperti sinetron High School Love Story, FTV Kepepet Cinta di Atas Ojek, serial web Mimpiku Jadi Nyata, hingga film layar lebar seperti The Underdogs dan Total Chaos pada 2017, serta Di Antara Cinta dan Guest List (2018).

Ia juga terlibat dalam film pendek Langkah Renjana (2023) dan proyek film Harusnya Horror yang dijadwalkan rilis 2026. Lula bukan tipe yang selalu jadi pusat cerita, tapi wajahnya sering muncul, cukup untuk dikenali, cukup untuk diingat.

Di luar layar, Lula justru semakin dikenal lewat media sosial. Instagram dan TikTok menjadi ruang utama tempat ia membangun persona sebagai selebgram dan konten kreator.

Gayanya santai, kadang ceplas-ceplos, kadang biasa saja, tidak dibuat terlalu “rapi” seperti citra selebritas pada umumnya. Justru di situlah daya tariknya.

Lula merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia sempat mengenyam pendidikan di Universitas Pelita Harapan jurusan Desain Komunikasi Visual, meski tidak menyelesaikan studinya.

Kehidupan pribadinya kerap menjadi bahan perbincangan, terutama sejak hubungannya dengan Reza Arap Oktovian diketahui publik. Hubungan itu, seperti banyak kisah selebritas lain, berjalan di bawah sorotan, kadang hangat, kadang penuh spekulasi.

Pada Jumat, 23 Januari 2026, kabar mengejutkan tentang dugaan meninggalnya Lula Lahfah menyebar luas dan cepat. Media sosial langsung dipenuhi potongan klip lama, tangkapan layar, dan ucapan yang datang silih berganti.

Hingga kabar itu beredar, nama Lula kembali menjadi perbincangan, kali ini bukan soal karya baru, tapi soal kehadirannya yang terasa tiba-tiba terhenti.

Terlepas dari berbagai reaksi yang muncul, satu hal sulit disangkal, Lula Lahfah adalah bagian dari generasi hiburan digital Indonesia yang tumbuh tanpa peta jelas.

Ia mencoba banyak hal, berpindah medium, dan menjalani kariernya di antara dunia lama dan dunia baru hiburan. Tidak selalu besar, tidak selalu mulus, tapi nyata.

Dan jika ini memang akhir dari perjalanannya di mata publik, Lula pergi dengan caranya sendiri, meninggalkan jejak yang mungkin tidak monumental, tapi cukup familiar bagi banyak orang yang pernah tumbuh bersamaan dengan linimasa yang sama.

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar