Foto: Luna Maya Hidupkan Kembali Sosok Ikonik di Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
Dengan pendekatan visual yang tetap setia pada versi klasik namun dikemas dengan sentuhan modern, film ini menempatkan Luna Maya sebagai pusat dari kebangkitan kembali “ratu horor” Indonesia.
Cosmo Magazine – Santet Dosa di Atas Dosa yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis. Film ini mengangkat kembali karakter legendaris Suzzanna yang dikenal sebagai ikon horor Indonesia. Dalam versi terbaru ini, Luna Maya didapuk sebagai tokoh utama, membawa interpretasi baru tanpa meninggalkan elemen klasik yang sudah melekat kuat di benak penonton.
Dalam film tersebut, Luna Maya berperan sebagai Suzzanna, sosok perempuan yang identik dengan dunia mistis dan kisah balas dendam. Karakternya digambarkan menyimpan luka, trauma, dan kemarahan dari masa lalu yang kemudian mendorongnya melakukan pembalasan dengan cara supranatural. Secara visual, karakter ini tetap mempertahankan ciri khasnya seperti kerudung merah dan bunga melati, yang memperkuat nuansa horor klasik sekaligus menjadi identitas kuat sepanjang cerita.
Dari sisi cerita, film ini berfokus pada konflik emosional yang berujung pada aksi balas dendam, dengan atmosfer gelap yang dibangun melalui pencahayaan remang, properti seperti lentera dan mantra, serta ekspresi intens dari karakter utama. Hingga 24 Maret 2026, film ini telah meraih sekitar 423 ribu penonton dan diprediksi terus bertambah, bahkan berpotensi menembus satu juta penonton di bioskop Indonesia.
Performa Luna Maya menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Banyak penonton memuji aktingnya yang dinilai berhasil menghidupkan kembali aura Suzzanna sebagai “ratu horor.” Transformasi ini tidak hanya menghadirkan nostalgia bagi penggemar lama, tetapi juga memperkenalkan kembali karakter ikonik tersebut kepada generasi baru dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan.