CosmoMagazine – Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik mendorong kebutuhan akan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi insiden kebakaran. Selain sistem proteksi pada fasilitas, peralatan yang dirancang untuk mendukung penanganan insiden juga dapat menjadi bagian dari perencanaan keselamatan.
Salah satu peralatan yang digunakan dalam skenario tertentu adalah fire blanket atau selimut tahan panas. Bergantung pada spesifikasi produk dan kondisi kejadian, peralatan ini dapat digunakan sebagai bagian dari upaya membatasi penyebaran api dan mengurangi paparan terhadap area di sekitarnya.
SKIA E&C Pte Ltd Kantor Perwakilan Indonesia menekankan bahwa penggunaan fire blanket harus didasarkan pada penilaian risiko, petunjuk penggunaan produsen, serta prosedur tanggap darurat yang berlaku. Dalam insiden yang melibatkan baterai lithium-ion, kondisi baterai, potensi panas berkelanjutan, dan risiko penyalaan kembali perlu diperhitungkan.
“Fire blanket dapat menjadi salah satu lapisan perlindungan dalam penanganan insiden kebakaran kendaraan, termasuk pada skenario tertentu yang melibatkan baterai lithium-ion. Namun, penerapannya harus mempertimbangkan kondisi insiden, spesifikasi peralatan, dan prosedur tanggap darurat yang sesuai,” ujar Ang Tiat Leong, Director SKIA E&C Pte Ltd Kantor Perwakilan Indonesia.
Fire blanket bukan pengganti layanan pemadam kebakaran, evakuasi, atau prosedur darurat yang diwajibkan. Penggunaannya juga tidak menjamin bahwa kebakaran baterai telah sepenuhnya padam. Penanganan harus dilakukan oleh personel terlatih dengan memperhatikan keselamatan semua pihak yang berada di sekitar lokasi.
Perencanaan penggunaan peralatan ini dapat dipertimbangkan oleh pengelola fasilitas yang berkaitan dengan kendaraan listrik, seperti area parkir, lokasi pengisian daya, bengkel, ruang pamer, dan operasional armada. Pemilihan produk perlu disesuaikan dengan skenario risiko, spesifikasi teknis, serta panduan keselamatan yang relevan.
Selain ketersediaan peralatan, kesiapsiagaan juga mencakup penyusunan prosedur respons, pelatihan personel, pengaturan evakuasi, serta koordinasi dengan petugas tanggap darurat. Pemahaman mengenai fungsi dan keterbatasan setiap peralatan menjadi bagian penting dalam memastikan penggunaannya sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Melalui edukasi mengenai peralatan dan kesiapsiagaan kebakaran, SKIA E&C Pte Ltd Kantor Perwakilan Indonesia mendorong perusahaan serta pengelola fasilitas untuk meninjau prosedur keselamatan secara berkala seiring perubahan kebutuhan operasional dan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
