Cosmo Magazine – Hollywood kembali berduka. Sang aktor sekaligus sutradara legendaris Robert Redford berpulang pada usia 89 tahun. Ia menghembuskan napas terakhir di rumahnya di Sundance, Utah, pada 16 September 2025, ditemani keluarga dan orang-orang terdekat.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara keluarga, Cindi Berger. Dalam pernyataannya, ia menyebut Redford pergi di tempat yang paling ia cintai—pegunungan yang menjadi saksi perjalanan panjang hidup dan karyanya. “Robert Redford meninggal dunia dikelilingi cinta. Ia akan sangat dirindukan, dan keluarga meminta privasi dalam masa berduka ini,” ungkapnya.
Nama Robert Redford bukan sekadar tercatat dalam sejarah perfilman, tetapi juga dalam ingatan para penikmat film lintas generasi. Ia pertama kali mencuri perhatian pada 1960 lewat peran-peran kecil di televisi, sebelum akhirnya melangkah ke layar lebar lewat film Tall Story.
Kariernya melesat dengan cepat. Pada 1973, ia menorehkan sejarah lewat The Sting, yang mengantarnya ke nominasi Oscar sebagai Aktor Utama Terbaik. Namun puncak pencapaiannya datang beberapa tahun kemudian. Lewat Ordinary People (1980), Redford membuktikan dirinya bukan hanya aktor, tapi juga sutradara berbakat. Film tersebut menyapu bersih empat Piala Oscar, termasuk Sutradara Terbaik untuk Redford sendiri.
Tak berhenti di situ, Robert Redford punya visi lebih besar: memberi ruang bagi sineas independen. Dari situlah lahir Sundance Institute dan Sundance Film Festival, rumah bagi karya-karya yang berani, jujur, dan orisinal. Sundance menjadi batu loncatan bagi banyak film ikonik, termasuk CODA, yang kemudian memenangkan Oscar Film Terbaik pada 2022.
Aktris Marlee Matlin, salah satu bintang CODA, mengenang jasa besar Redford dengan penuh haru. “Film kami mendapat perhatian dunia berkat Sundance. Dan Sundance ada karena Robert Redford. Seorang genius telah pergi. RIP Robert,” tulisnya di X (Twitter).
Selama lebih dari lima dekade, Redford adalah simbol ketampanan klasik, pesona natural, dan idealisme seni. Ia tampil memukau dalam film-film legendaris seperti All the President’s Men, Butch Cassidy and the Sundance Kid, hingga Captain America: The Winter Soldier, di mana ia muncul sebagai tokoh antagonis karismatik.
Namun di balik layar, ia adalah seorang visioner yang memadukan keindahan seni, keberanian, dan kepedulian sosial. Tak heran, ia akhirnya dianugerahi Honorary Oscar, penghargaan tertinggi untuk dedikasinya terhadap perfilman dunia.
Kepergian Robert Redford meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan. Ia bukan hanya bintang Hollywood, melainkan juga mentor, penggerak, dan inspirasi abadi bagi para pekerja seni.
Kini, dunia perfilman tak hanya kehilangan seorang aktor dan sutradara, tapi juga seorang pendiri mimpi, sosok yang percaya bahwa film bukan sekadar hiburan, melainkan bahasa universal yang bisa mengubah dunia.
Selamat jalan, Robert Redford. Legasi dan cahaya yang kau tinggalkan akan terus bersinar, di layar lebar maupun di hati para pencinta film.
