BPJS Kesehatan Dorong Gaya Hidup Aktif Lewat Gerak Sehat Prolanis

Hernowo Anggie
2 Min Read

Cosmo Magazine – Ratusan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memadati Kantor Pusat BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Mereka mengikuti kegiatan Gerak Sehat Prolanis, bagian dari Festival Prolanis 2025 yang digagas untuk mendorong masyarakat hidup lebih aktif dan sehat.

Program ini menjadi bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam mengendalikan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melalui pendekatan promotif dan preventif.

Kegiatan ini melibatkan latihan jalan kaki dengan pola tiga menit cepat dan tiga menit santai secara bergantian. Metode sederhana namun efektif ini disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar gula, sekaligus meningkatkan sirkulasi darah bagi penderita penyakit kronis.

Gerak Sehat Prolanis menjadi cara menyenangkan untuk menjaga kebugaran tanpa harus bergantung pada obat-obatan semata.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menekankan pentingnya kesadaran dini terhadap penyakit kronis. “Diabetes melitus itu mother of disease, dan hipertensi dikenal sebagai silent killer.

Dua penyakit ini sering diabaikan padahal berdampak besar, baik terhadap kesehatan maupun pembiayaan layanan,” ujarnya. Ia menyebut, pada 2024 terdapat lebih dari 20 juta peserta JKN terdiagnosis hipertensi dan 7 juta dengan diabetes, dengan total biaya perawatan mencapai Rp35 triliun.

Hingga September 2025, tercatat lebih dari 5,1 juta peserta JKN aktif mengikuti Klub Prolanis di 49 ribu fasilitas kesehatan tingkat pertama di seluruh Indonesia.

Melalui klub ini, peserta mendapat layanan pemeriksaan rutin, obat, edukasi kesehatan, hingga aktivitas fisik terarah. Program ini sekaligus menjadi wadah kebersamaan antara peserta, tenaga medis, dan komunitas untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Langkah BPJS Kesehatan ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI. Program Prolanis dinilai selaras dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat pola hidup sehat berbasis pencegahan. Dengan edukasi yang terus digalakkan, diharapkan masyarakat Indonesia semakin sadar bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar pilihan, tapi investasi hidup yang paling berharga.

Share This Article
Tidak ada komentar