Viral! Rayyan Arkan bikin Pacu Jalur jadi Perhatian Dunia

Hernowo Anggie
2 Min Read

CosmoMagazine, Riau – Tradisi Pacu Jalur, warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi, Riau, telah berlangsung sejak abad ke-17. Lomba dayung perahu panjang yang bisa mencapai 40 meter dan melibatkan hingga 60 pendayung ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga simbol kebersamaan, rasa syukur, dan perayaan adat.

Namun tahun 2025, untuk pertama kalinya, Pacu Jalur menarik perhatian dunia secara masif. Semua berawal dari sosok Rayyan Arkan Dikha, seorang anak berusia 10 tahun yang viral usai menari di ujung perahu.

Dengan kacamata hitam dan gerakan penuh percaya diri, aksinya viral di media sosial hingga menarik perhatian media internasional, musisi dunia, dan masyarakat global.

Rayyan, yang akrab disapa “anak Coki” oleh warganet, membuktikan bahwa budaya lokal dapat menjangkau audiens global jika disampaikan dengan jujur dan menyentuh. Tarian yang ia persembahkan bukanlah pertunjukan besar, namun ketulusannya membangkitkan ketertarikan yang luar biasa terhadap budaya Pacu Jalur.

Atas pencapaiannya, Rayyan diundang oleh Gubernur Riau dan secara resmi diangkat sebagai Duta Pariwisata Riau. Meski viral, Rayyan tetap rendah hati. Ia menyampaikan bahwa keinginannya hanya satu: terus menari dan melestarikan Pacu Jalur.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa kekuatan budaya tidak hanya bertahan dalam upacara adat, tetapi juga bisa bersinar dalam ruang digital, ketika dikemas dengan sudut pandang yang segar dan dibawakan secara autentik.

Share This Article