Modinity Fashion Parade 2026: Fashion Asia Tenggara Bersinar di Borobudur

Dengan latar Borobudur yang ikonik, Modinity Fashion Parade 2026 membuktikan bahwa budaya, kreativitas, dan identitas bisa bersatu dalam pengalaman yang tak terlupakan.

Hernowo Anggie
2 Min Read

Cosmo Magazine – Modinity Fashion Parade (MFP) kembali digelar, menghadirkan seluruh ekosistem brand Modinity dalam satu malam spektakuler di Borobudur, situs Warisan Dunia UNESCO.

Lebih dari sekadar peragaan busana, MFP menjadi panggung ekspresi identitas tiap brand sekaligus wadah bagi fashion Asia Tenggara untuk tampil percaya diri, modern, dan progresif.

Mengusung tema Infinite Wonders, parade tahun ini memadukan storytelling lintas generasi, menggabungkan warisan budaya Borobudur dengan visi masa depan fashion yang kreatif dan berkelanjutan.

Lebih dari 200 model dan hampir 1.000 tamu undangan menyaksikan koleksi enam brand Modinity: Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, dan debut Rizman Ruzaini dari Malaysia, yang baru bergabung di ekosistem Modinity tahun lalu.

Buttonscarves menghadirkan koleksi modern dan elegan dengan permainan struktur, tekstur, dan siluet yang percaya diri, sementara Benang Jarum menampilkan tiga rangkaian koleksi Raya yang hangat, nyaman, dan anggun untuk momen kebersamaan keluarga.

Nada Puspita mempersembahkan Raya Symphony, memadukan modest fashion dengan sentuhan artwork yang feminin dan detail, menciptakan suasana hangat penuh perayaan.

Zyta Delia menampilkan The Sculpted Elegance, koleksi lifestyle yang fungsional namun tetap anggun, dirancang untuk perempuan aktif yang ingin tampil stylish kapan pun dan di mana pun.

CALLA menghadirkan Pushpa Raya, motif bunga pansy yang playful dan colorful, mengisyaratkan perjalanan pulang yang penuh pertumbuhan dan keberanian.

Rizman Ruzaini menutup parade dengan The Hikayat of Ratna, koleksi couture yang menceritakan kisah cinta dan kesetiaan, memadukan nuansa Arab dan Melayu dengan craftsmanship yang presisi.

Penampilan musik dari Yura Yunita, Marcell Siahaan, dan Katon Bagaskara mengiringi runway, menciptakan pengalaman fashion yang utuh.

Sementara itu, Buttonscarves Beauty kembali menjadi Official Makeup Brand, menerjemahkan visi tiap desainer ke tampilan kecantikan yang konsisten dan memukau di atas runway.

CEO Modinity Group, Linda Anggrea, menegaskan bahwa parade ini bukan sekadar fashion show, tetapi ruang untuk brand dan komunitas tumbuh bersama, sambil menegaskan relevansi fashion Asia Tenggara di kancah internasional.

Dengan latar Borobudur yang ikonik, Modinity Fashion Parade 2026 membuktikan bahwa budaya, kreativitas, dan identitas bisa bersatu dalam pengalaman yang tak terlupakan.

Share This Article
Tidak ada komentar